Revitalisasi Dawet Kalasan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda melalui Event Tourism Kontemporer
Keywords:
minuman tradisional, dawet sari kalasan, festival dawet, kuliner tradisionalAbstract
Kuliner tradisional seperti Dawet Kalasan di Kabupaten Sleman menghadapi ancaman marjinalisasi akibat tren minuman modern dan minimnya regenerasi pengrajin. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi revitalisasi Dawet Kalasan melalui manajemen event tourism kontemporer pada Festival Dawet Kalasan 2024. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus deskriptif, peneliti bertindak sebagai instrumen utama melalui observasi partisipan selaku Ketua Panitia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pengurus Forkom UMKM Kalasan, pengrajin dawet, pemerintah daerah, dan pengunjung, serta diperkuat studi dokumentasi resmi. Analisis data menerapkan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan festival ini efektif menjadi panggung komodifikasi positif melalui strategi experiential marketing berupa aksi pembagian 1.000 porsi gratis dan kompetisi kreasi inovasi produk. Pendekatan tersebut berhasil merekonstruksi stigma minuman kuno menjadi produk kuliner yang higienis, estetis, dan adaptif terhadap pasar modern tanpa merusak nilai orisinalitasnya. Secara sosio-ekonomis, festival berbasis komunitas ini berdampak signifikan pada peningkatan pendapatan instan UMKM, pembukaan jaringan kemitraan industri perhotelan, serta penguatan kelembagaan lokal melalui kolaborasi Triple Helix. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya manajemen acara modern yang adaptif sebagai strategi pelestarian warisan budaya kuliner nusantara yang berkelanjutan.










